oleh

Waduh, Gedung 3 RSU Tangsel Senilai Rp 230 M juga Rusak

Radar Tangsel-Menyusul Gedung 2, ternyata Gedung 3 Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga rusak. Beberapa bagian gedung senilai Rp 230 miliar itu banyak yang rusak.

Hal ini sangat ironis. Sebab, gedung tersebut belum genap berusia 1 tahun.

Gedung 3 RSU Tangsel ini diresmikan oleh Walikota Airin Rachmi Diany pada 1 Desember 2020. Artinya, sejak diresmikan sampai berita ini diturunkan, usianya belum ada satu tahun.

Radar Tangsel.Com, pada Rabu (6/10/2021) melakukan investigasi dan pengamatan langsung ke Gedung 3 RSU Tangsel. Hasilnya menunjukkan, beberapa bagian gedung rusak di antaranya dinding retak, atap (enternit) toilet bocor, lift sering macet.

Ya, retakan terdapat di dinding bangunan yang tampak dari luar gedung bercat abu-abu.

Menurut pengakuan salah satu pasien bahwa ada satu pintu toilet yang rusak dan beberapa kali lift mengalami macet. “Kalau mau ke toilet lantai bawah pintunya ada yang copot,” ujar Dewi yang ikut mengantar kerabatnya berobat ke RSU Tangsel.

Di lantai dasar sendiri terdapat dua toilet. Yaitu toilet untuk laki-laki dan perempuan.

Nah, di toilet perempuan terdapat tiga ruang yang bisa digunakan. Tetapi sayangnya, dua di antaranya rusak.

Pun dengan toilet laki-laki didapati hal yang sama pintu toilet juga rusak. “Padahal gedung baru kelihatannya. Tapi, ya gitu deh. Mungkin karena rumah sakit pemerintah jadi kurang gimana ya,” tambah Dewi yang menyayangkan dengan kondisi Gedung 3 RSU Tangsel yang baru beroperasi kurang dari satu tahun itu.

Radar Tangsel.Com coba meminta konfirmasi ke dinas terkait mengenai tidak segera diperbaikinya kerusakan-kerusakan tersebut. Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Non-Perkantoran Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangerang Selatan, Ferdaus mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap kerusakan bangunan yang tampak Gedung 3 RSU Kota Tangsel itu.

“Terkait retakan di gedung itu, dinding retak dikarenakan pisah antara struktur dengan habel. Retakan itu retakan rambut itu istilahnya karena kondisi cuaca. Karena kena hujan, kena panas, pasti ada retakan rambut, bukan kerasakan struktural yang fatal,” kilah Ferdaus.

Ditemui di Kawasan BSD, Tangsel, Ferdaus menjelaskan lebih lanjut, keretakan dari bagian dinding luar Gedung 3 RSU Kota Tangsel dapat diperbaiki dengan memberikan sentuhan seperti di-compont.

“Anggaran pemeliharaan untuk retakan rambut, serta pintu toilet dan toilet yang rusak bisa dilakukan oleh manajemen RSU sendiri,” terang Ferdaus.

Pihak Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangerang Selatan kata dia dapat membantu memperbaiki kerusakan yang terjadi di Gedung 3 RSU kalau ada proposal resmi dari pihak RSU-nya. “Teman-teman RSU memiliki anggaran untuk pemeliharaan itu. Kalau mereka (RSU-red) terbentur keterbatasan dana pastinya mereka mengajukan proposal dulu sesuai prosedur yang berlaku untuk proses pemeliharaan di UPT pemeliharaan dinas bangunan. Seperti itu Mbak,” tukas Ferdaus.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSU Tangsel, Dokter Umi Kulsum ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya selama ini selalu berkoordinasi dengan dinas terkait kalau ada kerusakan ada perbaikan. “Selama ini, kita selalu koordinasi dengan dinas terkait kalau ada kerusakan atau perbaikan. Alhamdulillah koordinasinya baik,” ucap Umi kepada Radar Tangsel.Com melalui sambungan telepon.

Dokter berhijab ini juga menerangkan bahwa pemeliharaan rutin dilakukan selama ini. “Pemeliharaan rutin juga dilakukan. Ada pemeliharaan seperti itu,” tukasnya.

Saat ditanya mengapa kerusakan-kerusakan baik di gedung 2 maupun 3 tidak segera dilakukan demi kenyamanan warga yang berobat di RSU Tangsel Pengganti Dokter Allin Hendalin Mahdaniar itu mengaku, saat ini, anggaran terbatas.

“Memang tebatas anggarannya saat ini karena pandemi Covid-19. Makanya, kami fokus ke penanganan Covid-19,” urainya.

Saat diberitahu oleh Radar Tangsel.Com beberapa bagian yang rusak di gedung 2 dan 3, sang dirut akan mengecek. “Akan kami cek lagi. Terima kasih atas masukannya (Radar Tangsel.Com),” cetusnya.

Ia pun berjanji akan berkoordinasi lagi dengan dinas terkait. “Kami akan berkoorinasi lagi dengan dinas bangunan,” ucap Dokter Umi.

Gedung 3 RSU Tangsel itu sendiri terdiri delapan lantai. Lantai 1 diperuntukkan ruang instalasi gawat darurat (IGD), laboratorium, dan radiologi

Sedangkan, lantai 2 digunakan untuk perawatan intensif, seperti intensive care unit (ICU), high care unit (HCU), neonatal intensive care unit (NICU). Dan, pediatric intensive care unit (PICU).

Pembangunan Gedung 3 RSU Kota Tangsel ini menelan biaya Rp 230.523.920.000 (Rp 230 miliar). Sebelumnya diberitakan, Gedung II Rumah Sakit Umum Tangerang Selatan (RSU Tangsel) sudah bobrok. Padahal, gedung yang menelan biaya Rp 25 miliar itu baru dibangun tiga tahun lalu.

Bagian eternitnya rusak parah. Kalau hujan, bocor. Toiletnya pun sangat kotor dan tidak terawat.

Demikian pantauan Radar Tangsel.Com dan hasil wawancara dengan pengunjung RSU Tangsel di lokasi, Selasa (5/10/2021).
Menurut Santi (27), pengunjung yang sering mengantar orang tuanya melakukan pengobatan rutin di poli penyakit dalam RSU Tangsel, beberapa kali, kalau hujan, memang bocor. Dan, lanjut Santi, kamar mandinya jorok.

“Beberapa kali ke sana, anter mama kalau hujan bocor. Kamar mandi yang bawah juga jorok dan sekarang rusak. Suka takut kalau enternitnya copot kena kita yang lagi nunggu,” ucap perempuan yang tinggal di daerah Pamulang ini.

Dari pantauan Radar Tangsel.Com pada Selasa (5/10), bangunan yang baru berdiri 3 tahun tersebut sudah terlihat rusak di beberapa bagian. Seperti enternit dengan bercak hitam dampak dari kebocoran atap.

Serta, adanya toilet yang rusak dan cat yang sudah mulai memudar. Toiletnya pun bau dan sangat tidak terawat.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangerang Selatan, Ade Suprizal saat dihubungi via pesan whatsapp mengatakan, pihaknya akan meneruskan hal ini kepada bidang yang menangani. “Ada fotonya? Nanti saya infoin ke bidangnya,” ucap Ade Suprizal singkat.

Untuk diketahui, anggaran yang dikeluarkan untuk membangun Gedung II RSU Kota Tangerang Selatan ini adalah sebesar Rp 25.684.914.000 (Rp 25,68 miliar). Anggaran bersumber dari APBD Kota Tangsel 2017.

Sayangnya, baru tiga tahun beroperasi, Gedung II RSU Kota Tangerang Selatan tidak kokoh sebagaimana mestinya. Gedung yang diresmikan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany pada 28 Juni 2018 itu sudah rusak parah.

Padahal, RSU Tangsel mendatangkan banyak manfaat untuk masyarakat luas. Baik warga Tangsel maupun warga di luar Tangsel.
Gedung itu sendiri mencakup empat lantai.

RSU Tangsel ini membuka pelayanan beberapa poli. Ada ruang NICU, ruang perawatan anak, apotek dan kasir serta bagian pendaftaran pasien. (DMY/AGS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed