oleh

Ortu Mengeluh, Siswa SMKN 5 Kota Tangerang Selatan masih Dikenai Biaya Pinjam Buku Berstempel APBN

Radar Tangsel-Sungguh miris, di masa pandemi Covid-19 yang serbasulit dalam hal ekonomi, pihak SMKN 5 Kota Tangerang Selatan masih membebani para siswanya dengan biaya-biaya kartu pelajar dan pinjam buku berstempel Anggaran Pendapatan Biaya Negara (APBN). Orang tua (ortu) siswa pun mengeluh dengan pembebanan biaya tersebut selain harus membayar uang seragam yang cukup besar.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh salah satu orang tua siswa berinisial NU. Kepada Radar Tangsel.Com, Rabu (15/9/2021), orang tua siswa SMKN 5 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengatakan, biaya seragam sekolah sudah cukup besar ditambah lagi biaya pembuatan kartu pelajar dan peminjaman buku perpustakaan.

“Jadi, selain beban biaya seragam, siswa SMKN 5 Kota Tangerang Selatan ini juga masih dibebankan dengan biaya Rp 25 Ribu untuk peminjaman buku di perpustakaan sekolah yang berstempel APBN 2018,” tandasnya.

Para siswa mendapatkan 14 buku dengan membayar Rp 25 ribu. “Kalau buku cuma bayar 25 ribu, dapat 14 buku. Bayarnya di perpustakaan pada waktu ambil Bukunya,” ujar NU, di Tangerang Selatan.

Ya, untuk diketahui, awal tahun ajaran baru siswa masuk sekolah, siswa SMKN 5 di Kota Tangerang Selatan diharuskan membeli sejumlah keperluan seragam sekolah senilai Rp 1,6 juta. “Kemarin, saya beli seragam sekolah anak saya di SMKN 5 Tangsel Rp 1,6 juta. Dari harga Rp 1,6 juta itu belum semuanya dapat. Masih ada beberapa baju yang harus Saya beli di luar,” aku orang tua siswa kelas X ini.

Dijelaskannya, baju senilai Rp 1,6 juta itu terdiri dari seragam PDH, sepatu hitam, batik, atas muslim, jaket almamater, baju olah raga, warepack, atribut dan kartu pelajar. “Saya kemarin masih beli di luar itu seragam putih abu-abu, baju pramuka, rok putih, sepatu olah raga hitam. Kurang lebih Rp 700 ribuan kemarin masih harus beli lagi,” ucapnya.

Jumlah tersebut untuk dirinya cukup besar mengingat sang suami kerjaannya di masa pandemi ini masih dalam keadaan sulit. “Padahal, suami saya kerjaanya lagi enggak tentu. Tapi, ya mau gimana lagi harus cari-cari pinjaman buat itu semua,” keluhnya.

Ketika Radar Tangsel.Com mencoba mengkonfirmasi mengenai biaya-biaya yang dibebankan kepada siswa tersebut, pihak SMKN 5 Kota Tangsel belum dapat dimintai keterangan. (DMY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed