oleh

Dinahkodai Jenderal Seangkatan dengan SBY, Mampukah PKP Tembus ke Senayan?

Radar Tangsel-Partai Keadilan dan Persatuan/PKP (sebelumnya Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia/PKPI) telah memiliki ketua umum yang baru: Mayor Jenderal TNI Marinir (Purn) Dr. H. Yussuf Solichien M, M. B. A., M. Si. yang merupakan satu angkatan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Akademi Militer (AKMIL). Dinahkodai Yussuf Solichien, mampukah PKP menembus electoral treshold pada Pemilu 2024 dan mendudukkan wakilnya di Senayan?

Mampukah jenderal purnawirawan marinir itu mengkonsolidasikan seluruh kader PKP di Indonesia, baik yang duduk di DPRD maupun di luar parlemen? Mampukah mantan komandan pasukan khusus Detasemen Jalamangkara atau Denjaka itu menjadi magnet yang superkuat untuk menjadi vote getter (penarik suara) PKP?

Mampukah Yussuf Solichien yang juga terpilih sebagai ketua umum ormas Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) tiga periode berturut-turut dan mempunyai anggota 17 juta nelayan se-Indonesia itu mengukir sejarah mendudukkan kader-kader PKP di DPR RI Senayan, Jakarta?

Publik tentu menunggu gebrakan duet maut Yussuf Solichien-Said Salahudin (ketua umum dan sekretaris jenderal PKP) yang baru terpilih dalam munas luar biasa. Yang pasti, Said Salahudin sebagai sekjen (sekjen PKP) melalui rilis yang dikirimkan ke Radar Tangsel.Com, kemarin, telah mengambil langkah awal yaitu memperkenalkan tokoh-tokoh yang ada di PKP saat ini.

Kata Said, jajaran pengurus PKP telah menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Jakarta pada tanggal 25 Mei 2021. Forum pengambilan keputusan tertinggi di partai itu menetapkan sejumlah perubahan, ucapnya.

Pertama, lanjut Said, perubahan nama dan lambang partai yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Jelas Said, nama Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) diubah menjadi seperti ketika awal pendiriannya di tahun 1999, yaitu menjadi Partai Keadilan dan Persatuan (PKP). “Perubahan AD/ART ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham),” tegasnya.

Kedua, tandas Said, perubahan pimpinan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) sebagai organ kepengurusan partai yang berkedudukan ditingkat pusat. Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono digantikan oleh Mayor Jenderal TNI Marinir (Purn) Dr. H. Yussuf Solichien M, M.B.A., M.Si., sebagai Ketua Umum PKP terpilih Periode 2021–2026, cetusnya.

“Pak Yussuf ini bukan orang sembarangan. Beliau adalah salah satu tokoh senior di militer dari matra Angkatan Laut yang sangat disegani. Beliau satu angkatan dengan Pak SBY dan Pak Prabowo. Saat masih aktif di militer, beliau pernah menjadi komandan pasukan khusus Detasemen Jalamangkara atau dikenal dengan nama Denjaka. Beliau juga pernah menjadi Asisten Operasi Korps Marinir, Komandan Lantamal V Maluku/Irian Jaya, sampai dengan terakhir menjabat sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran TNI AL,” Said mempromosikan atasannya.

Setelah purna-tugas, Yussuf tetap mengabdi kepada negara lewat Ormas Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). “Sudah tiga periode berturut-turut beliau selalu dipercaya sebagai Ketua HNSI sampai sekarang. HNSI itu anggotanya tidak main-main, 17 juta orang,” Said menjelaskan.

Gagasan-gagasan Yussuf seputar kemaritiman, perikanan, dan perbaikan kesejahteraan nelayan, imbuh Said, pun luar bisa sekali. “Tidak berlebihan jika para nelayan di Indonesia memberi label beliau sebagai ‘Bapak Nelayan Indonesia’,” ungkapnya.

Nama lain yang masuk dalam struktur DPN PKP, sambung Said, adalah Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno sebagai Ketua Dewan Pembina. “Beliau merupakan salah satu Pendiri PKP di tahun 1999 bersama Almarhum Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat. Dan kita semua tentu tahu bahwa Pak Try Sutrisno pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI ke-6
Tidak kita temui di republik ini, ada tokoh seangkatan beliau yang masih mau mengurusi partai. Ini kan luar biasa sekali. Bahkan sekarang ini saya lihat beliau sedang semangat-semangatnya membesarkan PKP,” pujinya.

Selain itu, Said menerangkan, Purnawirawan TNI Angkatan Darat yang juga masuk dalam kepengurusan DPN PKP adalah Mayor Jenderal TNI (Purn) Aslizar N. Tanjung yang didapuk sebagai Wakil Ketua Umum. “Beliau dulu dari pasukan elit Kopassus. Pernah pula diangkat sebagai Kapuspen TNI. Tokoh lainnya adalah Marsekal Muda (Purn.) Kusnadi Kardi, mantan petinggi Angkatan Udara, Laksamana Muda (Purn) Rosihan Arsyad, mantan tokoh penting Angkatan Laut, dan ada pula Purnawirawan Jenderal Bintang Dua dari Kepolisian yang pernah memegang jabatan penting di Mabes Polri,” urai sang sekjen

Bergabungnya sejumlah tokoh purnawirawan TNI/Polri di PKP, tegas Said, membuat jajarannya semakin optimis menyongsong Pemilu 2024. “Sampai hari ini saja sudah tidak terhitung pesan dukungan yang kami terima dari para purnawirawan diberbagai daerah, termasuk dari keluarga TNI/Polri yang memang diberikan hak oleh konstitusi untuk memilih di Pemilu,” tukas dia.

Untuk pengurus yang berlatar belakang sipil, selain dirinya sendiri yang dikenal publik sebagai pengamat atau ahli di bidang politik, hukum, dan kepemiluan, ada juga pengusaha sekaligus politisi Ellen Sukmawati yang menjabat sebagai Bendahara Umum. “Beliau cukup dikenal di kalangan profesi notaris. Selebihnya, pengurus DPN PKP diisi oleh mereka yang berprofesi sebagai artis, seniman, advokat, dokter, tenaga medis, pegiat lingkungan, dan sebagainya,” imbuhnya.

Di era baru dan dengan semangat baru ini, kata Said, partainya mengusung tagline perjuangan “PKP Manunggal Bersama Rakyat”. “Slogan ini bermakna bahwa PKP bercampur, berpadu, dan tidak terpisahkan dari rakyat,” Said menegaskan. (AGS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed