Penyerahan Letter of SMS Acceptance kepada Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia, Rabu (24/3). (foto dok. AirNav Indonesia)

RADARTANGSEL – AirNav Indonesia mendapatkan apresiasi terkait penerapan sistem manajemen keselamatan atau Safety Management System (SMS) di bidang layanan navigasi penerbangan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).

Apresiasi tersebut tertuang di dalam Letter of SMS Acceptance yang diserahkan oleh PLT Direktur Navigasi Penerbangan Kemenhub RI, Elfi Amir, kepada Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia, Bambang Rianto, di Tangerang, Rabu (24/3).

Menurut Bambang, selama pandemi COVID-19 di tahun 2020, jumlah laporan keselamatan penerbangan menurun sebanyak 11% dibandingkan dengan tahun 2019. Tapi, dengan perbandingan yang sama, kinerja keselamatan penerbangan tahun 2020 mengalami kenaikan sebanyak 23,07%.

“Sejak dimulainya penerapan SMS pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2019, budaya pelaporan keselamatan penerbangan semakin baik dengan peningkatan rata-rata sebesar 41%, sedangkan kontribusi AirNav pada kejadian-kejadian yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan terus mengalami penurunan rata-rata sebesar 28,4% setiap tahunnya,” tutur Bambang.

BACA JUGA :   Arus Balik, Jenderal Sigit Sebut telah Siapkan Strategi Urai Kepadatan Arus Lalu-lintas

Ia juga menjelaskan, data tersebut mengindikasikan bahwa implementasi SMS di AirNav Indonesia terus mengalami peningkatan kualitas secara berkelanjutan setiap tahunnya.

“Salah satu indikator meningkatnya kinerja keselamatan penerbangan sebagai hasil dari perbaikan implementasi SMS adalah dengan meningkatnya budaya pelaporan keselamatan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan persentase kontribusi AirNav Indonesa dalam kejadian-kejadian terkait keselamatan penerbangan yang semakin menurun,” ungkap Bambang.

AirNav Indonesia, menurut Bambang, telah mengimplementasikan manajemen keselamatan penerbangan dalam mendukung proses bisnis perusahaan, agar manusia dan alat-alat produksi yang terlibat dalam operasi penerbangan berada dalam kondisi yang aman, selamat, terlindungi, dan bekerja secara optimal.

Ia juga menambahkan bahwa perbaikan implementasi SMS terus dilakukan dari tahun ke tahun guna meningkatkan kinerja keselamatan perusahaan.

BACA JUGA :   Sepanjang Sejarah Neraca Perdagangan dan Ekspor Tembus Rekor Tertinggi, Menko Airlangga : Ekonomi Indonesia Kian Tangguh

Pendekatan yang sistematis dilakukan, kata Bambang, adalah dengan mengidentifikasi kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan (hazards), mengumpulkan data dan informasi keselamatan penerbangan, serta melakukan asesmen berkelanjutan terhadap risiko keselamatan penerbangan.

“Sistem manajemen keselamatan penerbangan secara proaktif berupaya untuk melakukan mitigasi terhadap risiko keselamatan, sebelum meningkat menjadi insiden atau kecelakaan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, PLT Direktur Navigasi Penerbangan Kemenhub RI mengapreasiasi sekaligus memotivasi AirNav Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas layanannya.

Meski demikian, Bambang mengatakan AirNav tidak ingin berpuas diri atas apresiasi tersebut dan akan tetap akan berkomitmen untuk selalu meningkatkan layanan navigasi penerbangan yang aman, selamat, dan efisien di seluruh ruang udara Nusantara. (BDN)

BACA JUGA :   Isu Hoaks Lagi, Megawati Dikabarkan Meninggal Dunia
Artikulli paraprakPrancis Ladeni Ukraina, Portugal Bakal Bombardir Gawang Azerbaijan
Artikulli tjetërTerkait Penerimaan CPNS, Pemkot Tangsel Tunggu Arahan Pusat