Ki Alit Pranakarya saat memberikan kata sambutan di acara Live Music Kemanusiaan (12/2). (foto dok. FSSN)

RADARTANGSEL – Forum Silaturahmi Spiritual Nusantara (FSSN) menggelar acara Live Music Kemanusiaan dengan mengusung tema “Senandung Religi” di Markas Broe Steam & Coffe, Jalan Patuanan, Kec. Dukupuntang, Cirebon, pada hari Jum’at (12/2).

Acara yang bertujuan memberikan dukungan moril bagi masyarakat yang terpuruk akibat hantaman pandemi Corona dan bencana alam ini digagas oleh Ki Alit Pranakarya selaku Ketua Umum FSSN. Pada spanduk yang terpasang di belakang panggung, ada kalimat ajakan berbunyi: “Tetaplah Tegar Negeriku Hadapi Pandemi dan Bencana”

Selain menghadirkan grup musik Vocassalam yang mengusung konsep nasyid, live music ini juga diramaikan dengan kehadiran Forsa (Fans of Rhoma Irama dan Soneta Group) Cirebon, serta warga setempat.

BACA JUGA :   Yang Gak Kuat Jangan Baca, Cowok di Palembang Gandir sambil Live di Instagram

 

Dalam penyampaian kata sambutannya, Ki Alit menyempatkan diri untuk menceritakan sedikit tentang latar belakang terbentuknya FSSN. Ia menerangkan bahwa pembentukan FSSN berawal dari hasil pemikirannya yang merasa tergugah melihat masyarakat awam yang salah kaprah dalam menafsirkan kata spiritual.

“Saya harus meluruskan makna dari kata spiritual itu. Karena makna sesungguhnya dari kata spiritual adalah spirit atau rohani. Dengan kalimat yang lebih luas lagi, spiritual adalah perjalananan rohani atau perjalanan ke dalam diri, pencerahan diri, dan lain-lain,” paparnya.

Di hadapan para anggota Forsa Cirebon, Ki Alit juga mengatakan bahwa tujuan FSSN dan Forsa hadir di acara ini memiliki kesamaan, yakni sama-sama ingin memberikan pencerahan. “Forsa memberikan pencerahan melalui syair-syair lagu, sedangkan FSSN memberi pencerahan melalui kajian-kajian,” tuturnya.

BACA JUGA :   Begini, Isi Pernyataan Pegawai Lapas Narkotika Gunung Sindur tentang Narkoba

Di kesempatan ini, Ki Alit memaparkan bahwa krisis global yang menghantam selama hampir satu tahun ini telah mengubah, bahkan merusak banyak tatanan hidup yang sudah mapan, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kebiasaan sehari-hari.

Bahkan, Ki Alit melanjutkan, dampak dari pandemi ini diprediksi akan terus berlanjut hingga dua tahun ke depan. Walaupun sudah ada vaksin, upaya menghentikan virus ini membutuhkan waktu yang lama.

“Meski demikian, hal ini jangan membuat kita putus asa. Kita harus yakin bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Pandemi ini adalah sesuatu yang memang harus kita lalui. Allah akan selalu bersama kita,” tandas Ki Alit.

Dengan yakin, Ki Alit juga menegaskan bahwa kunci untuk menghadapi pandemi global ini adalah bersatu atau melakukan rekonsiliasi. Sebab, dengan berekonsiliasi, Insya Allah, krisis global ini akan mampu dilalui.

BACA JUGA :   Polresta Bandara Soetta Gencarkan Operasi di Terminal

“Melalui acara ini, kita memotori sebuah rekonsiliasi melalui musik. Sebuah rekonsiliasi demi menyatukan kekuatan untuk menghadapi krisis global ini!” katanya.

Sementara itu, Agung Bakti (Sekretaris Forsa Cirebon) dalam penyampaian kata sambutannya mengatakan bahwa acara Live Music Kemanusiaan ini menjadi awal bagi ruang komunikasi dan persaudaraan antara FSSN, Forsa Cirebon, serta Vocassalam. Ia pun berharap acara serupa bisa digelar lagi untuk makin mempererat tali persaudaraan tersebut. (BDN)

Artikulli paraprakWalikota Tangsel Terpilih Akui PPKM Mikro Lebih Dilonggarkan
Artikulli tjetërImlek Bencana